Sejarah Desa Benete
Desa Benete merupakan nama wilayah perkebunan warga Desa Belo Kecamatan jereweh yang mana nama Benete terinspirasi dari kuburan Tua yaitu kuburan LALU BENETE. Terbentuknya Desa Benete yaitu penduduk yang berkebun dan menetap diwilayah benete serta gabungan dari beberapa daerah asal transmigrasi antara lain :
Pada tahun 1975 penduduk transmigrasi dari Dusun singa Kecamatan Sekongkang yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan sehingga sulit dalam proses administrasi maka dipindahkan ke wilayah Benete dan dibentuk Dusun Singa desa Belo Yang mana kepala Dusun pertamanya Pak Onjang.
Secara administratif, Desa Benete terdiri atas lima dusun, yaitu Dusun Jereweh, Dusun Singa, Dusun Tatar, Dusun Nangka Lanung, dan Dusun Pantai. Masing-masing dusun memiliki karakteristik wilayah dan mata pencaharian yang berbeda, mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, hingga sektor pertambangan.
Sebagai desa pesisir di Kecamatan Maluk, Desa Benete memiliki sejarah yang erat dengan pemanfaatan sumber daya laut dan perkembangan budaya masyarakat Sumbawa. Seiring dengan pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat, Desa Benete terus berkembang sebagai wilayah pendukung sektor industri, jasa, dan pariwisata, tanpa meninggalkan jati diri budaya dan sosial masyarakatnya.